BeritaDaerah

Sampah Pasar Sarimalaha Menumpuk, Kepala DLH Tidore Mengaku Terkendala BBM dan Anggaran

51
×

Sampah Pasar Sarimalaha Menumpuk, Kepala DLH Tidore Mengaku Terkendala BBM dan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIDORE – Tumpukan sampah kian berserakan di kawasan Pasar Sarimalaha, Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan. Akibat tumpukan tersebut, Pasar Sarimalaha terlihat sangat kotor dan kenyamanan para pedagang di sekitarnya menjadi terganggu.

​Ironisnya, sampah tersebut belum dibersihkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore. Padahal, Kota Tidore telah meraih penghargaan Adipura sebanyak 10 kali dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk kategori kota kecil terbersih di Provinsi Maluku Utara.

​Kondisi ini memantik perhatian dari Anggota DPRD Kota Tidore, Idham Sabtu. Menurutnya, DLH Kota Tidore tidak boleh berdiam diri dan menutup mata terhadap persoalan tersebut.

​”Persoalan sampah ini tidak hanya terjadi di Pulau Tidore, wilayah Oba juga harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai menunggu masyarakat mengeluh baru bekerja,” pungkas Idham, Selasa (23/6/2025).

​Politisi PDIP Kota Tidore Kepulauan ini lantas mendesak Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk segera mengevaluasi kinerja DLH Kota Tidore yang terkesan abai.

​”Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus mengambil langkah tegas untuk mengevaluasi Kepala DLH Kota Tidore. Jangan sampai penghargaan Adipura yang diraih Kota Tidore selama ini justru bertolak belakang dengan kondisi riil di lapangan,” tandasnya.

​Menyikapi persoalan tersebut, Kepala DLH Kota Tidore, Abdul Muis A. Husein, mengaku bahwa operasional pihaknya terkendala masalah Bahan Bakar Minyak (BBM). Ia menjelaskan, mobil pengangkut sampah wajib menggunakan BBM jenis Dexlite, sementara stoknya saat ini belum tersedia.

​”Untuk BBM ini kami bekerja sama dengan Hj. Awat selaku pemilik SPBU. Saat ini beliau sedang berada di luar daerah, sehingga kami kesulitan untuk melakukan pengisian BBM jenis Dexlite,” tutur Abdul Muis.

​Kendati demikian, Abdul Muis menegaskan bahwa dalam satu dua hari ke depan, masalah persampahan di lokasi Pasar Sarimalaha akan segera dituntaskan. Ia menambahkan, sampah di area pasar tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas pedagang, tetapi juga dari limbah rumah tangga masyarakat sekitar.

​”Insyaallah, dalam satu dua hari ini jika BBM sudah ada, kami akan langsung turun untuk melakukan pembersihan,” tegasnya.

​Selain kendala BBM, DLH Kota Tidore juga terbentur persoalan efisiensi anggaran. Akibatnya, sejumlah mobil pengangkut sampah yang rusak belum bisa diperbaiki karena minimnya dana pemeliharaan.

​”Ada beberapa mobil yang membutuhkan perbaikan, sementara anggaran pemeliharaan sangat terbatas. Jika kami paksakan (perbaikan), tentu kami harus berutang,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *