OpiniPendidikanPertanian

TRANSFORMASI DIGITAL UMKM REMPAH TERNATE MELALUI WISATA BELANJA DIGITAL BERBASIS QR CODE

66
×

TRANSFORMASI DIGITAL UMKM REMPAH TERNATE MELALUI WISATA BELANJA DIGITAL BERBASIS QR CODE

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kota Ternate memiliki kapasitas besar dalam bidang pariwisata dan UMKM rempah, namun keduanya masih belum terhubung dengan baik. Pengunjung yang datang ke tempat-tempat seperti Benteng Oranje dan Keraton Kesultanan Ternate hanya menikmati aspek sejarah tanpa terhubung dengan produk-produk dari UMKM lokal.

Disisi lain, UMKM masih berhadapan dengan tantangan terkait dengan rendahnya tingkat digitalisasi, lemahnya citra merek, dan pemasaran yang terbatas. Hal ini menyebabkan produk-produk khas seperti kopi rempah, sambal roa, dan manisan pala tidak memiliki daya saing yang cukup meskipun memiliki nilai budaya yang mendalam.

Ide : Digital Spice Shopping Tour Berbasis QR Code

UMKM di Ternate memerlukan pendekatan pemasaran yang inovatif yang dapat mengaitkan budaya wisata dengan penggunaan teknologi digital.

Fenomena wisata saat ini menunjukkan bahwa pelancong lebih memilih pengalaman dan narasi daripada sekadar transaksi produk. Produk-produk dari UMKM yang memiliki nilai budaya dan cerita sejarah biasanya lebih mudah diingat dan terkenal di platform media sosial.

Selain itu, penerapan QR Code dan pemasaran berbasis digital semakin mempermudah konsumen untuk mendapatkan informasi dan melakukan pembelian.

Oleh karena itu, gagasan mengenai Digital Spice Shopping Tour dapat menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan pengenalan merek, minat belanja wisatawan, serta daya saing UMKM setempat di Ternate.

Konsep Belanja Rempah Digital adalah pendekatan pemasaran yang memanfaatkan pengalaman dan pemasaran digital. Berdasarkan pemikiran Bernd Schmitt, pemasaran pengalaman bertujuan untuk menciptakan keterlibatan emosional bagi konsumen melalui interaksi yang berlangsung secara langsung dengan produk serta lingkungan sekitarnya.

Selain itu, teori ekuitas merek dari David Aaker menjelaskan bahwa identitas serta asosiasi budaya dapat meningkatkan nilai dari suatu merek. Dalam hal ini, produk UMKM Ternate bukan hanya dipasarkan sebagai barang, melainkan sebagai bagian dari pengalaman sejarah rempah di dunia.

Ide ini diimplementasikan dengan menempatkan QR Code di tempat-tempat wisata seperti benteng, museum, dan area budaya di Ternate. Saat pengunjung melakukan pemindaian terhadap QR Code, mereka akan menerima informasi mengenai sejarah rempah, video tentang budaya setempat, katalog dari produk UMKM, serta akses untuk melakukan pembelian secara digital. Produk-produk seperti kopi rempah, sambal roa, dan kerajinan tangan lokal kemudian dipasarkan melalui narasi digital dan platform media sosial.

Dengan pendekatan ini, wisatawan tidak hanya dapat menikmati sejarah yang ada, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan produk-produk UMKM lokal dengan cara yang modern dan menarik.

 

Sumber

Schmitt, B. (1999). Experiential Marketing. Free Press.

Aaker, D. A. (1991). Managing Brand Equity. Free Press.

kemenparekraf.go.id

kemenkopukm.go.id

ibm.com

 

Oleh Mahasiswa Pemasaran Strategik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unversitas Khairun. Bunga Lestari Husni Abdullah, Zalzabila Doa, Meliza Amelia Putri.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *