BeritaDaerahPemerintahan

Tutup Dasar Kebhayangkaraan Diktukba SPN Polda Malut, Wali Kota Tidore Tekankan Integritas dan Pengabdian

60
×

Tutup Dasar Kebhayangkaraan Diktukba SPN Polda Malut, Wali Kota Tidore Tekankan Integritas dan Pengabdian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TIDORE – Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen bertindak selaku Inspektur Upacara pada Penutupan Dasar Kebhayangkaraan Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara, yang berlangsung di Sirkuit Selawering, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Selasa (1/9/2026).

Upacara penutupan diawali dengan pemeriksaan pasukan Diktukba SPN Polda Maluku Utara, dilanjutkan dengan penanggalan ransel dan helm siswa sebagai tanda berakhirnya tahapan Dasar Kebhayangkaraan Diktukba SPN Polda Maluku Utara.

Dalam amanatnya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, prosesi tersebut menjadi bukti ketangguhan para siswa dalam melewati tempaan fisik dan mental selama mengikuti tahapan dasar pendidikan.

“Hari ini adalah bukti ketangguhan kalian dalam melewati tempaan dasar fisik dan mental. Namun, ingat bahwa ini barulah garis awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Ke depan, seragam cokelat yang dikenakan bukan sekadar simbol kewibawaan, melainkan janji suci kepada negara dan rakyat,” ujar Muhammad Sinen.

Ia berpesan agar para siswa kelak menjadi Bhayangkara yang memegang teguh tugas sebagai Pelindung, Pengayom, dan Pelayan Masyarakat (Lin Yomas).

“Masyarakat tidak membutuhkan aparat yang berjarak. Mereka membutuhkan polisi yang hadir sebagai perisai saat mereka terancam dan sebagai sahabat yang mengedukasi saat mereka bimbang. Maka, gunakan kewenangan yang dititipkan negara untuk benar-benar mengayomi, merangkul, dan menyelesaikan masalah di akar rumput,” katanya.

Menurutnya, sebagai aparat penegak hukum di era modern, polisi tidak hanya menghadapi kejahatan fisik, tetapi juga berbagai bentuk kejahatan informasi, seperti fitnah, hoaks, dan beragam intrik. Karena itu, dibutuhkan keterampilan dan wawasan yang matang dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Kami percaya bahwa kalian memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menghadapi hal tersebut,” tambahnya.

Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan itu juga berpesan agar para siswa menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas demi menjaga persatuan dan kesatuan. Menurutnya, seluruh pengabdian harus berpijak pada satu kompas yang mutlak, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jaga nama baik institusi Polri, serta junjung tinggi nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Jadilah kebanggaan keluarga, kebanggaan Maluku Utara, dan kebanggaan bangsa,” pesannya.

Muhammad Sinen menegaskan bahwa menjadi anggota Polri merupakan pilihan dan kemauan para siswa. Karena itu, ia berharap mereka mampu menjaga nama baik institusi, keluarga, maupun daerah.

“Masuk sebagai anggota Polri adalah kemauan kalian semua. Sehingga saya berharap kalian bisa menjaga nama baik institusi, keluarga, maupun daerah ini. Selamat melanjutkan tahapan pendidikan selanjutnya. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melindungi setiap langkah pengabdian kita,” harapnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut Kapolresta Tidore Kombes Pol. Ampi Mesias Von Bulow, Kepala SPN Polda Maluku Utara, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan OPD, camat, serta para pelatih dan pengasuh SPN Polda Maluku Utara.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *