TIDORE — Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, bersama Ketua TP PKK Maluku Utara, Hj. Rusni Sarbin, menghadiri tradisi Tobo Safar yang dipusatkan di kawasan Pantai Tugulufa, Kelurahan Tuguwaji, Kecamatan Tidore, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan ritual adat penolak bala ini dimanfaatkan Wagub untuk memulihkan semangat sekaligus mempererat kebersamaan warga usai gelaran Final Piala Dunia 2026. Sebagai pendukung setia Timnas Argentina, Sarbin legawa atas kekalahan tim kesayangannya dari Spanyol dengan skor 0-1 pada laga pamungkas tersebut.
Sarbin mengungkapkan, tradisi Tobo Safar yang bertepatan dengan momentum bulan Safar dalam kalender Islam merupakan warisan leluhur masyarakat Maluku Utara, khususnya Tidore, yang dipercaya dapat membuang sial atau menolak musibah.

”Dulu, ketika memasuki bulan Safar, hampir di setiap kampung menyelenggarakan Tobo Safar. Masyarakat pergi ke pantai untuk mandi bersama. Semoga momentum ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus melestarikan tradisi lokal tersebut,” ujar Sarbin.
Ia menuturkan bahwa kekecewaan akibat kekalahan di arena olahraga tidak perlu berlarut-larut. Melalui tradisi mandi laut bersama (batobo), ia mengajak seluruh pencinta sepak bola di Maluku Utara untuk meleburkan kekesalan dan mengakhiri perbedaan secara damai.
”Jika pendukung Spanyol saja ikut batobo, maka kita semua juga harus ikut. Lagipula, aktivitas mandi di laut ini juga sangat bermanfaat bagi kesehatan,” tambahnya seraya memuji performa Timnas Spanyol yang keluar sebagai juara dunia.
Ajakan tersebut disambut antusias oleh para pendukung tim lain, seperti pendukung Inggris, Belanda, Jerman, Jepang, hingga Brasil. Mereka berbaur riang gembira menikmati suasana Pantai Tugulufa.
Tak hanya merawat tradisi, keberadaan Wagub dan rombongan juga turut menggairahkan perekonomian lokal. Sarbin beserta istri memborong jajanan para pelaku UMKM di sekitar Pantai Tugulufa untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir.














