Siarmalut – Seekor paus raksasa menghebohkan warga Afe Taduma, Kota Ternate, setelah ditemukan terdampar di pesisir pantai pada Selasa pagi. Paus yang panjangnya hampir 10 meter itu ditemukan dalam kondisi mati dengan tubuh mulai membusuk.
Keberadaan mamalia laut tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 05.00 WIT. Temuan itu kemudian menyebar dan menarik perhatian masyarakat yang datang ke lokasi untuk melihat langsung paus yang terdampar di kawasan pesisir tersebut.
Dari pengamatan di lapangan, paus diperkirakan memiliki panjang sekitar 9,8 meter. Mamalia laut tersebut diduga merupakan paus sperma (Physeter macrocephalus).
Saat ditemukan, kondisi tubuh paus sudah mengalami pembusukan. Bagian tubuhnya tampak membengkak dan mengeluarkan bau menyengat sehingga diperlukan penanganan segera agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat maupun lingkungan pesisir.
Lurah Afe Taduma Nuncar Umagapi mengatakan paus tersebut ditemukan dalam kondisi telah mati. Dari pemeriksaan awal di lokasi, tidak terlihat adanya jeratan jaring nelayan pada tubuh paus.
Laporan mengenai temuan tersebut kemudian diteruskan kepada aparat setempat. Babinsa Taduma Serka Mursalim Buamona mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 06.50 WIT dan langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi paus.
Temuan tersebut selanjutnya mendapat perhatian Pemerintah Kota Ternate. Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly bersama perangkat daerah terkait turun ke lokasi untuk melihat kondisi bangkai paus sekaligus memastikan penanganannya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate kemudian dilibatkan dalam proses penanganan. Kondisi bangkai yang terus membusuk menjadi pertimbangan pemerintah untuk segera melakukan evakuasi.
Pemerintah akhirnya memilih menguburkan bangkai paus di sekitar kawasan pantai. Proses tersebut dilakukan menggunakan alat berat untuk memindahkan dan menguburkan bangkai mamalia laut berukuran besar itu.
Penanganan dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi dampak pembusukan dan bau yang ditimbulkan, sekaligus menjaga kebersihan kawasan pesisir yang berada dekat dengan aktivitas masyarakat.
Hingga proses penanganan berlangsung, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian paus tersebut. Belum dapat dipastikan apakah paus mati karena faktor alam, penyakit, perubahan lingkungan, aktivitas manusia, atau sebab lainnya sebelum akhirnya terbawa arus dan terdampar di pesisir Afe Taduma.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak mendekati maupun menyentuh bangkai paus yang telah mengalami pembusukan. Penanganan terhadap satwa laut berukuran besar tersebut perlu dilakukan secara hati-hati untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan.
Terdamparnya paus berukuran hampir 10 meter ini menjadi perhatian tersendiri bagi warga Afe Taduma. Peristiwa tersebut sekaligus kembali mengingatkan pentingnya pemantauan kondisi ekosistem laut dan penanganan cepat ketika ditemukan satwa laut berukuran besar yang terdampar di wilayah pesisir Kota Ternate.














